Airnav Berharap Model Penerbangan Balon Udara Di Wonosobo Menjadi Percontohan Kabupaten Lain

Airnav Berharap Model Penerbangan Balon Udara Di Wonosobo Menjadi Percontohan Kabupaten Lain

Wonosobo – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, menginisiasi uji coba penerbangan balon udara tradisional dengan metode ditambatkan pada Sabtu (19/8). Merangkul Komunitas Balon Udara Wonosobo, balon udara tradisional yang ditambatkan berhasil mengudara dengan aman dan terkendali, sesuai dengan peraturan penerbangan sipil yang berlaku.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K. S. Radityo, menjelaskan bahwa keberhasilan uji coba ini adalah hasil kolaborasi luar biasa antara AirNav Indonesia, Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Masyarakat Wonosobo. “Kami merumuskan standar penerbangan balon udara yang ditambatkan ini bersama-sama, berdasarkan best practice yang dilakukan Komunitas Balon Udara Wonosobo diselaraskan dengan peraturan penerbangan sipil yang berlaku di domestik maupun internasional,” ungkapnya.

Didiet menambahkan bahwa penerbangan balon udara tradisional menjadi perhatian serius dunia penerbangan. “Pada periode angkutan lebaran tahun ini, laporan pilot kepada kami mengenai balon udara naik 450%, dari 14 laporan pada 2016 menjadi 63 laporan pada 2017. 44% laporan mengatakan melihat balon udara pada ketinggian di atas 25 ribu kaki, ini sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” papar Didiet.

Dijelaskannya bahwa balon udara dapat menimbulkan gangguan bahkan kerusakan pada kinerja pesawat udara. “Bila balon udara terhisap mesin pesawat, maka bisa merusak bahkan mengakibatkan mesin mati. Bila tersangkut di sayap, sirip atau moncong pesawat maka akan mengganggu fungsi kendali dan sensor pesawat. Saat kami menjelaskan hal ini kepada masyarakat, ternyata mereka memang baru mengetahui bahaya menerbangkan balon udara yang tidak ditambatkan,” terangnya.

Sebagai satu-satunya operator penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia, AirNav Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap isu ini. “Pemberitaannya sangat luar biasa pada angkutan lebaran lalu. Bahkan media internasional turut mengulas mengenai hal ini. Maka dari itu penerbangan balon udara tradisional ini perlu kita standarkan selaras dengan aturan penerbangan sipil, karena menyangkut citra Indonesia di mata internasional,” ucap Didiet.

Sebelumnya, AirNav Indonesia bersama dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan seluruh pemangku kepentingan lain, telah mencapai kesepakatan dengan Komunitas Balon Udara Wonosobo pada tanggal 13 Juli 2017 lalu. “Berdasarkan MoU tersebut, kami tindak lanjuti dengan merumuskan standar penerbangan balon udara tradisional dengan cara ditambatkan. Mulai dari bahan, jenis, ukuran balon udara maupun tali, dan mekanisme penambatannya. Hasilnya bisa dilihat tadi bahwa dua balon udara dapat terbang dengan aman dan turun lagi dengan aman pula tanpa mengakibatkan gangguan apapun. Masyarakat juga dapat menikmatinya lebih lama,” ujar Didiet.

AirNav Indonesia akan menyampaikan laporan dan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Perhubungan terkait dengan hasil uji coba ini. “Kami akan sampaikan kepada Kementerian Perhubungan selaku regulator mengenai hasil uji coba dan standar yang coba kami rumuskan bersama. Kami berharap Kementerian Perhubungan dapat menjadikan uji coba ini sebagai role model dan segera mengeluarkan standar resmi untuk penerbangan balon udara yang ditambatkan,” paparnya.

Didiet berharap, uji coba di Wonosobo dapat menjadi referensi bagi daerah-daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara. “Bersama seluruh stakeholder perhubungan udara, kami akan melakukan pendekatan kepada seluruh masyarakat dan menyampaikan mengenai penerbangan balon udara yang aman bagi penerbangan. Kami berharap balon udara ditambatkan ini menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur yang juga memiliki tradisi penerbangan balon udara,” terang Didiet.

“Kami menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Komunitas Balon Udara Wonosobo dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang sangat kooperatif selama proses perumusan standar penerbangan balon udara yang ditambatkan hingga berhasilnya uji coba hari ini. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan keselamatan dapat berjalan beriringan tanpa harus ada yang dikorbankan. Bahkan kami sangat optimis, jika dikelola dengan baik, balon udara ditambatkan ini dapat menjadi potensi pariwisata ikonik yang dapat mendorong roda perekonomian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Letkol Czi Dwi Hariyono menyaksikan uji coba penerbangan balon merasa senang sebab dengan adanya uji coba penerbangan balon dengan cara diikat semua aspirasi tersalurkan. Para pecinta balon masih bisa menerbangkan dan penerbangan tetap berjalan dengan aman.

Pada kesempatan tersebut mengingatkan bahwa jangan kami ditinggalkan artinya masyarakat sudah mau untuk tidak menerbangkan balon dengan cara dilepas. Maka konsekwensinya sesuai janji dari Airnav Indonesia bahwa pada tahun depan akan diselenggarakan festifal balon dengan skala besar di Wonosobo.  itu sangat penting sebab balon merupakan tradisi yang sudah lama sebagai saran silaturahmi dan mempererat rasa persatuan dan  kesatuan masyarakat itu dapat dilihat dari proses pembuatan sampai dengan cara menerbangkannya.

(Ar7, pendim 0707/wsb)