Buber Madrasah, FKDT Watumalang Singgung FDS

Buber Madrasah, FKDT Watumalang Singgung FDS

DiengPOS – Wali santri madrasah diniyyah (Madin) Al-Ikhlas Mergowati Kecamatan Watumalang, Wonosobo tampak antusias menyertai putra-putrinya dalam buka bersama (buber), Minggu (11/6/2017) lalu. Buber tersebut merupakan penutup dari serangkaian lomba antar santri madin beberapa hari sebelumnya. Yang dilombakan antara lain tilawah, baca tulis alqur’an, kaligrafi, pidato, puisi islami, azdan dan iqomah.

Selain wali santri, buber juga melibatkan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan warga. Turut hadir pula ketua Bidang pendidikan Forum komunikasi Madrasah Diniyyah (FKDT) Kecamatan Watumalang, Sukur.

Dalam sambutanya, Sukur menyinggung rencana pemberlakuan full day school (FDS) oleh kemendikbud. Menurutnya, FDS yang mewajibkan siswa berada disekolah hingga 8 jam setiap hari, akan berdampak pada minat siswa untuk belajar keagamaan (non formal) melemah. Faktornya karena siswa sudah merasa lelah dengan kegiatan sekolah (formal). Padahal, diungkapkan Sukur, sistem pendidikan non formal seperti madrasah, pondok pesantren, TPQ merupakan sarana membentuk karakter yang efektif.

“Malah secara aplikatif, pondok pesantren sudah lebih dulu memberlakukan sistem Full Day School. Hanya saja tidak dengan istilah tersebut,” beber Sukur.

Namun demikian, Pria berkacamata itu menyadari keberhasilan pendidikan bukan pada kurikulum semata. Banyak faktor lain yang turut menentukan, seperti dorongan orang tua, pengaruh lingkungan, kompetensi pendidik dan banyak lagi lainya.

“Intinya, agar out putnya maksimal, butuh peran dari banyak pihak. Seperri orang tua, lingkungan, pengajar dan sistem yang kompetibel” pungkasnya.

(Ar7)