Bukan Jamanya, Gagal Kuliah Karena Biaya

Bukan Jamanya, Gagal Kuliah Karena Biaya

DiengPOS – Mestinya, tidak ada lagi masyarakat tidak mengenyam bangku kuliah karena alasan biaya. Karena pemerintah terus menggelontorkan dana untuk mahasiswa kurang mampu melalui jalur bidikmisi.

Rektor Universitas Tidar Magelang Prof. Dr. Cahyo Yusuf M.Pd.,menyebutkan tahun ini menyediakan kuota 168 beasiswa bidikmisi. Jumlah tersebut bisa saja bertambah. Mengingat ditahun 2016, kuota yang diberikan pemerintah kepada Untidar Magelang berangsur meningkat. Dari semula hanya 80, meningkat menjadi 120, hingga sampai akhirnya mencapai 304.

“Anak yang kemampuanya tinggi tapi aspek ekonominya kurang, pemerintah membantu,” tegasnya.

Parihal tersebut disampaikan Cahyo Saat memberikan beasiswa bidikmisi kepada Destiana Rahmaleta, Senin (27/2/2017) kemarin.

Cahyo mengatakan, Desti adalah salah satu dari 10 mahasiswa Untid asal Wonosobo yang menerima bidikmisi. Desti, dikatakan Cahyo lolos seleksi nasional setelah melakukan pendaftaran via online.

Untuk diketahui, bahwa lolos seleksi nasional saja belum menjamin bisa menerima beasiswa bidikmisi. Lebih lanjut, Cahyo menyebutkan ada ferivikasi dari pihak kampus untuk memfalidasi apakah siswa tersebut benar lemah secara ekonomi. Dan perlu dicatat, bahwa bidikmisi tidak berlaku untuk mahasiswa yang orangtuanya PNS.

Selain syarat tersebut, karena beasiswa diberikan sebagai stimulasi (pendorong semaangat) belajar, ada target yang harus dicapai. Yaitu, indek prestasi (IP) minimal 3,0. Jika target itu tidak bisa dipenuhi mahasiswa, maka beasiswa akan ditarik.

“Minimal, indek prestasinya 3,0. Kalau kurang dari itu ya dicabut,” ungkap Cahyo.

Melanjutkan penuturan rektor, Waki Rektor Untid Magelang, Drs. Hery Suroso S.T. menyebutkan bahwa Destyana, sebagai penerima bidikmisi akan menerima biaya SPP sejumlah 2.400.000 tiap semesternya. Selain SPP, Desti juga akan menerima uang dengan rincian 650 ribu per bulan. Yang mana biaya tersebut sebagai biaya hidupnya.

Untuk bisa menjadi peserta bidikmisi, Heri menjelaskan calon mahasiswa harus melalui mekanisme seleksi yang telah ditentukan pemerintah pusat. Ada beberapa persyaratan bidikmisi. Di antaranya, calon mahasiswa yang bersangkutan tidak mampu secara ekonomi. Hal tersebut bisa ditunjukkan dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu (SKTM) saat pendaftaran.

Namun, peserta yang lolos seleksi dari pusat, masih melalui tahap ferifikasi dari pihak kampus. Tujuanya, agar beasiswa yanh tujuanya diperuntukka.masyarakat yang kurang mampu ini sesuai sasaran.

“Yang lolos seleksi pusat, masih diferifikasi. Sebagaimana disampaikan pak rektor,” pungkasnya.

(Ar7)