Gafatar merupakan metamorfose gerakan Al qiyadah Islamiyah yang dulu dideklarasikan oleh Ahmad Musadeq, sumber: pojoksatu.id

Dieng Pos – Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah metamorfose dari gerakan Al Qiyadah Al Islamiyah yang dipandegani oleh Ahmad Musadeq. Hal itu dibeberkan oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR di Senayan, Jakarta (25/01/2016) kemarin.

sebagaimana dikutip dari detik.com, Kapolri Menyatakan bahwa Musadek mengaku sebagai nabi baru Gafatar yang telah menerima titah suci untuk membawa paham ajaran agama baru.

“Ahmad Musadeq mendeklarasikan diri sebagai nabi baru Gafatar yang dalam pahamnya jauh menyimpang dari agama, terkhusus Islam. Dalam ajarannya, bahwa shalat, puasa itu tidak wajib dilakukan.  Dan MUI sudah mengeluarkan fatwa, bahwa kelompok ini masuk dalam kategori aliran sesat,” terang Badrodin.

Seperti telah diketahui bahwa Ribuan anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) telah diungsikan dari Kalimantan Barat. Setelah terjadinya peristiwa pembakaran dan kerusuhan di Mempawah beberapa waktu lalu.

mengenai siapa pimpinan Gafatar, Kapolri menjelaskan pimpinan Gafatar itu bernama Maful Muis Tumanurung. Tentang kejelasan sosok Maful, selaku pimpinan tertinggi Gafatar. Kapolri belum bisa mendeteksi keberadaanya. (sa)