Diengpos.com Sebagai partai politik yang lahir dari ormas terbesar Nahdlatul Ulama’, Partai kebangkiran bangsa (PKB) menolak rencana kementrian pendidikan memberlakukan Full Day School.

“Dengan alasan apapun, PKB Menolak fds, karena ini hal prinsip bagi NU,” terang sekretaris jendral PKB, Abdul Kadir Karding usai acara Halal Bihalal dengan DPC PKB Kab. Wonosobo di Rumah makan Sarirasa, Senin (31/07/2017) siang tadi.

Keputusan tersebut diambil bukan dalam orientasi taktis partai. Akan tetapi Karding mengatakan bahwa FDS berpotensi merusak eksistensi madrasah. Padahal menurutnya, jika tujuan FDS adalah merevolusi mental siswa didik, madrasah telah lebih dulu memberlakukan pendidikan yang memebentuk karakter.

“Kenapa tidak mengembangkan madrasah saja ?” Imbuh Komisi 3 DPR RI itu.

Orang yang mengembangkan FDS ini, lanjut Karding, tak lain orang yang tidak faham sejarah pendidikan di Indonesia. Sebelum sekolah formal berdiri, dunia pendidikan di Indonesia banyak ditopang oleh madrasah dana pesantren. Dan terbukti mampu eksis sampai hari ini meski tanpa perhatian yang sesuai dari pemerintah. PKB, Lanjut Karding, sebagai partai yang memiliki komitmen menjaga ajaran islam ahlussunnah waljama’ah akan menolak keras FDS tersebut.

“Sikap PKB akan menolak keras FDS. Kalo akan diberlakukan, akan kita tentang. Carilah kebijakan lain. Intinya jangan ada fds, apapun alasanya,” tegas Karding mengakhiri wawancara kepada wartawan.

(Ar7)