Manfaatkan Harkitnas Untuk Membangun Kebhinekaan Dikalangan Remaja

Manfaatkan Harkitnas Untuk Membangun Kebhinekaan Dikalangan Remaja

Diengpos – Hari kebangkitan Nasional ke 109, Bakesbangpol Wonosobo, bekerjasama dengan Kodim 0707 / Wonosobo menggelar diskusi Kebangsaan, Senin (22/5/2017). Peserta, terdiri dari sejumlah remaja lintas organisasi, seperti Pramuka, PMI, KAPA, Purna Paskibra dan lain sebagainya.

Tema yang diangkat adalah ‘ Indonesiaku, Negeri Bhineka Tunggal Ika dan Negeri Pancasila’.

Pemilihan tema tersebut bukan tanpa alasan. Rasa Kebhinekaan yang menjadi ruh bangsa Indonesia kini makin menipis dikalangan pemuda. Indonesia bisa berdiri dan bertahan sangat bergantung pada seberapa besar toleransi masyarakat dalam berkeyakinan.

“Sedangkan situasi bangsa Indonesia saat ini mulai memperihatikan,” ungkap Eko Riyanto, mewakili kepala Kesbangpol.

Indonesia, dengan keberagamanya, mulai dari ras, etnis, suku dan agama, sangat rawan terjadi perpecahan. Karenanya, Sehingga, merawat Pancasila, sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, menjadi sebuah keniscayaan.

Kepada para peserta Eko menyampaikan untuk tidak terlalu mencampuri masalah yang terjadi pada tingkat nasional. Karena, lanjut Dia, situasi pada lebel tersebut sangat kompleks, rawan terjadi persilangan pendapat

Sementara itu, Kapten Czi Sarwiyono saat mengisi materi, ‘Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika Untuk Keutuhan NKRI,’ mengatakan Kelebihan dari bangsa Indonesia adalah kemajemukan tersebut. Meskipun, tidak dipungkiri, pada sisi lain kemajemukan itu laiknya bom waktu. Siap meletus kapan saja.

Ada 4 Konsesus dasar bangsa, yaitu Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika. Diantara empat tersebut, Pancasila merupakan Dasar Negara, Ideologi Nasional, Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. Dengannya, lanjut Sarwiyono, orang Indonesia mampu hidup berdampingan di tengan perbedaan yang ada.

“NKRI bukan milik golongan tertentu, tetapi milik kita bersama,” tegasnya mengakhiri.

(Ar7)