Mbah Fanani Dijemput, Warga Dieng Getun

Mbah Fanani Dijemput, Warga Dieng Getun

DiengPOS – Dijemputnya mbah Fanani Dari Pertapaanya di Dieng Kulon, Banjarnegara malam Kamis (12/04/2017) lalu membuat sejumlah orang sekitar gubugnya merasa kaget.

Mbah fanani, seorang Pertapa yang telah telah menghuni Dieng selama kurang lebih 31 tahun kini telah meninggalkan gubugnya. Pada hari Rabu (malam Kamis) sekelompok orang mengendarai 2 mobil tiba tiba datang ke gubugnya dan menjemput paksa mbah fanani. Tak ada yang mengetahui rencana tersebut. Termasuk pak Sayono yang sehari-hari mengantar makan untuk Mbah Fanani mengaku kaget dengan penjemutan tersebut. Padahal, gubugnya berada tepat di depan rumahnya. Bahkan bisa dikatakan gubugnya ada diteras pak Sayono.

Bagi pak Sayono, Mbah Fanani, meskipun pendatang, tapi sudah dianggap layaknya keluarga sendiri. Dia bersedia untuk memberinya makanan dan membersihkan gubugnya setiap saat. Sehingga dengan adanya insiden itu, dia merasa sangat kehilangan. Dan berharap mbah Fanani dikembalikan ke Dieng lagi.

“Mbah Fanani di kawasan Dieng itu, dimulai dari Desa Tieng, Kejajar Wonosobo. Disana sekitar 5 tahun. Setelah itu, mbah fanani pindah ke Parikesit, Patak banteng, Kejajar. Disana hanya setahun. Setahun disana, mbah fanani pindah ke perbatasan Kabupaten Banjar dan Wonosobo. Disini Mbah Fanani menetap selama kurang lebih setahun. Baru setelah itu, Mbah Fanani ‘menetap’ di Dusun Dieng Kulon, Desa Dieng Kulon, Kabupaten Banjar negara selama lebih kurang 21 tahun. Hingga akhirnya malam itu mbah fanani di jemput paksa,” kisah Sayono kepada wartawan yang menemuinya disamping gubug mbah fanani.

Tak terkecuali, Sohib, warga Dieng Kulon lainya. Dia mengaku kecewa getun dengan dijemput paksanya pe-tapa itu. Sama seperti Sayono, Dia juga berharap Mbah Fanani di kembalikan lagi ke Dieng.

(Ar7)