Mural Art Bernuansa Keindonesiaan Mewarnai weekkustik Ramadzan

Mural Art Bernuansa Keindonesiaan Mewarnai weekkustik Ramadzan

DiengPOS – Ceceran Cat beraneka warna jelas terlihat saat menginjakkan kaki di bagian Utara Alun-alun Wonosobo. Sejumlah pemuda-pemudi terlihat serius menggoreskan kuasnya di papan kayu lapis. Ya, itulah aksi para mural Art dalam Weekkustik, Sabtu (3/6/2017) menjelang buka.

Mereka mulai menggambar sejak jam tiga. Dengan pilihan tiga tema, yaitu Respect, Ramadan dan Perdamaian, mereka bebas menuangkan imajinasinya diatas papan yang tersedia.

Di antara kesibukan peserta yang lain, terlihat salah satu peserta tengah melakuka finising. Gambarnya burung dengan warna keemasan, berlatar belakang hitam. Seutas rantai melintang di bagian kanan bawah. Lengkap dengan gambar pita warna merah putih bertuliskan Bhineka Tunggal Ika. Mural itu karya Nessa dan Darto.

Kepada diengpos.com, Nessa mengaku keputusanya membuat gambar yang diberi judul Persatuan itu terinisasi dari isu politik yang akhir-akhir berhembus. Gambar burung berwarna keemasan berarti lambang ideologi negara, Pancasila. Pita bertuliskan ‘Bhineka Tunggal Ika’ berarti persatuan. Sedangkan rantai melintang yang berarti seruan untuk memegang erat Pancasila.

“Intinya, ini dari filosofi Pancasila mas,” singkat Nessa menjelaskan makna karyanya.

Darto bercerita, bagian tersulit dalam membuat mural art miliknya adalah saat mambuat detail bulu-bulu burung garudanya. Ditambah kerumunan pengunjung yang terkadang membuat buyar konsentrasi, “buat ini kan butuh fokus tinggi.”

Selain itu semua, improvisasi juga menjadi hal yang tak terpisah. Papan berukuran sekitar dua kali satu setengah meter itu dikerjakan oleh mereka dari arah berlawanan. Hingga pada finisnya, Nessa dan Darto mempertemukan goresan kuasnya di bagian tengah. Alhasil, ketika ada titik dan garis yang meleset dari rencana, mereka harus mampu membuatnya seolah-olah sebagai bagian dari seni karyanya.

“Seperti sisa bulu ini yang akhirnya saya beri warna hitam,” kata Darto sembari menunjukkan bagian gambar yang diimprove.

Untuk diketahui, Nessa dan Darto merupakan anggota komunitas Mural Of Wonosobo Art Kru (Mowak). Mowak, dikatakan mereka, sering mengadakan pertemuan. Kegiatanya, tentu tidak lain untuk berbagi pengalaman seputar Mural. Tempatnya tidak menentu. Namun seringnya dilakulan di kafe atau di kedai-kedai kopi. Lebih lanjut mereka menjelaskan bagi penggemar mural yang ingin bergabung, cukup kirim pesan ke Instagram @muralofwak dan mengikuti petunjuk yang di berikan oleh admin.

“Yang mau gabung, tinggal DM aja, kan nanti ada arahanya.”