Negara Harus Hadir Lindungi Petani

Negara Harus Hadir Lindungi Petani

Diengpos.com Kelompok Tani Serayu Subur Desa Sojokerto Kecamatan Leksono melakukan panen raya padi ketan varietas Lusi di tanah bengkok Sekretaris Desa yang disewa oleh kelompok tani tersebut pada selasa, 21 Nopember 2017.

Panen Raya dihadiri oleh Ketua Komisi A DPRD Wonosobo H. Suwondo Yudhistiro, S.Sos, PPL dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Wonosobo, jajaran Koramil Kecamatan Leksono, dan perwakilan kelompok tani dari beberapa kecamatan di Kabupaten Wonosobo.
Dalam kegiatan panen raya ini juga dilakukan pelatihan pengoperasian mesin panen Combine Harvester Crown Tomcat bantuan dari Kementerian Pertanian RI.
Menurut salah satu pendamping kelompok tani Serayu Subur dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Wonosobo, Sumanto, dengan memanfaatkan mesin panen ini akan menghemat waktu dan tenaga kerja. Karena mesin ini mampu merontok padi dengan luas 1 hektar hanya dalam waktu satu hari. Mesin ini juga sekaligus dapat memisahkan padi dengan jeraminya.
“Petani tidak perlu lagi repot-repot memilah-milah padi dengan jerami atau dengan butiran padi yang tidak berisi,” tandasnya.
Dipilihnya Sojokerto sebagai tempat pelaksanaan panen raya tahun 2017 ini, menurut Kepala Desa Sojokerto, Muarifin, karena Desa Sojokerto merupakan salah satu desa lumbung padi di Kabupaten Wonosobo.
“Lahan pertanian di sini sangat produktif untuk tanaman padi. Hal ini terbukti bahwa setiap hektar lahan rata-rata bisa menghasilkan sekitar 13,5 ton padi setiap kali tanam untuk varietas unggulan.”

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhostiro dalam pengarahannya meminya agar para petani tetap semangat untuk menanam tanaman pangan. Menurutnya kalau tidak ada petani kita semua tidak bisa makan, karena itu kita harus berterima kasih kepada para petani.
Apalagi sebagai negara agraris kita harus mampu mewujudkan swasembada pangan. Malu kita kalau makanan pokok saja seperti beras, jagung dan ketela pohon harus impor dari negara lain.
Karena itu untuk mendorong para petani meningkatkan produksi bahan pangan, negara harus hadir melalui berbagai kebijakan untuk membantu para petani seperti bantuan sarana produksi pertanian, penyediaan bibit varietas unggul, subsidi pupuk, pembangunan sarana irigasi yang memadahi dan mampu mengatur supaya harga pangan stabil sehingga petani tidak merugi. Sudah seharusnya pemerintah harus membuat kebijakan yang berpihak kepada para petani.

Lebih lanjut Suwondo meminta agar masyarakat turut menjaga agar lahan pertanian tanaman pangan bisa lestari dengan penerapan kebijakan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di setiap daerah yabg dimasukkan dalam Perda RTRW atau dibuatkan Perda LP2B tersendiri. Kalau lahan pertanian pangan tidak dijaga maka banyak lahan produktif yang akan ditumbuhi gedung-gedung dan perumahan, sehingga produksi pangan semakin lama semakin berkurang, pungkasnya.