Pemkab Putuskan Kontrak Rita Swalayan Tak Diperpanjang

Pemkab Putuskan Kontrak Rita Swalayan Tak Diperpanjang

WONOSOBO – Berbagai rumor yang beredar tentang kontrak Rita pasar raya dan swalayan yang akan berakhir maret mendatang sudah ada kejelasan bahwa Pemkab tidak akan memperpanjang lagi kontrak dengan Rita.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengatakan, tidak diperpanjangnya kontrak Rita Swalayan sudah berdasar pada kesepakatan dan diskusi pemerintah dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Soal kontrak Rita swalayan, meski selama hampir 3 Tahun ini telah meminta waktu perpanjangan kontrak, namun sampai saat ini belum ada pembicaraan terkait bagaimana kelanjutannya dan akan pindah kemana. Sehingga berdasarkan kesepakatan dengan BPKAD, kami memutuskan tidak akan lagi memperpanjang kontrak setelah bulan Maret mendatang selesai,” ucap Bupati salam audiensi lanjutan dengan puluhan pedagang pasar dengan jajaran  pimpinan Dewan dan OPD teknis terkait, di Ruang rapat utama DPRD, Kamis (19/1/2017).

Audiensi juga dihadiri Wakil Bupati, Sekda dan sejumlah pejabat terkait itu, dalam kesempatan itu Bupati juga memberikan kejelasan akan pembangunan pasar Induk Wonosobo. Pembangunan pasar Induk ia sudah berkomitmen dengan DPRD serta menindaklanjuti dengan instruksi kepada OPD teknis yang akan menanganinya.

“Dulu untuk pelaksanaan pembangunan kami sudah meminta Dinas Cipta Karya dengan alokasi anggaran 72,8 Milyar Rupiah,” jelas Bupati.

Tapi proses tersebut berubah berkat terbitnya penataan SOTK baru, pada 31 Desember 2016 silam, yang menurut Bupati kemudian mengalihkan tanggung jawab pembangunan pasar  kepada Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM. Anggarannya pun, diakui Bupati berubah menjadi 150 Milyar Rupiah. Hal itu, ditegaskan Wakil Bupati, Agus Subagiyo kemudian memerlukan penyesuaian pada proses pelaksanaannya, sehingga pada audiensi pertama beberapa waktu lalu, sempat muncul kesan saling lempar tanggung jawab.

“Jadi tidak ada OPD lempar tanggung jawab, karena kami berkomitmen penuh pada pembangunan pasar ini, demi meningkatkan berlangsungnya perekonomian warga,” tandas Agus.

Hal senada juga disampaikan ketua DPRD, Afif Nurhidayat. Menurutny, persoalan pembangunan pasar sudah sangat jelas, hanya saja memang diperlukan pengertian semua pihak terkait berubahnya SOTK di tubuh Pemkab.

“Semua OPD teknis sudah siap, pejabat juga sudah terisi, anggaran ada, dan persetujuan dewan juga sudah ada, jadi klir semua,” tegas Afif.

Karena itu, sambung Afif, sudah tak ada alasan lagi para pedagang untuk menanyakan hal terkait pembangunan pasar.

“Jangan tanya ke Dewan lagi, tapi silahkan langsung ke Dinas teknis dan mari kita  kawal bersama agar secepatnya pasar Induk baru Wonosobo berdiri,”pesannya.

(Ar7)