Militan Suriah, sumber: internet

DiengPOS – Jerman baru-baru ini menangkap seorang yang diduga terlibat kejahatan perang. Seorang adalah seorang pria yang dianggap merupakan anggota militant yang menculik personel pasukan perdamaian PBB di Suriah dua tahun yang lalu.

Dilansir oleh AFP, Sabtu (23/1/2016), Jaksa federal Jerman mengungkapkan bahwa pria berusia 24 tahun yang bernama Suliman AS ini adalah salah satu anggota jaringan militant yang diprakarsai oleh Al-Nusra Front

“(Dia) Ikut berperan sebagai penjaga korban penculikan pada antara bulan Maret hingga Juni 2013,” sebut jaksa tersebut.

Korban yang merupakan anggota dari pasukan perdamaian PBB tersebut, berhasil melarikan diri pada bulan Oktober 2013. Namun hingga kini demi alas an penyelidikan, identitas dari korban tersebut tetap dirahasiakan.

“Penangkapan (Suliman) tersebut atas dasar keterlibatannya dengan kejahatan perang terhadap operasi kemanusiaan,” paparnya.

Tercatat banyak anggota pasukan perdamaian PBB yang sempat diculik oleh gerombolan terebut. Pada bulan Februari 2013 yang lalu, seorang penasihat Hukum asal Kanada bernama Carl Campeau pun sempat menjadi korban. Pada saat gencatan senjata di Golan Heights, bahkan sekitar 25 tentara berkebangsaan Filipina juga diculik walaupun akhirnya dibebaskan.

UNDOF, pasukan perdamaian PBB telah berada di Golan Heights yang merupakan basis di antara perbatasan Suriah-Israel, sejak tahun 70-an. UNDOF terdiri dari tentara-tentara yang berasal dari Austria, India, Filipina, Maroko dan Moldova. Namu akibat banyaknya aksi penculikan tersebut, Austria kini menarik mundur pasukannya. (ir)