Ratusan Santri Dan Mahasiswa Beradu Skill Mengkaji Kitab Kuning

Ratusan Santri Dan Mahasiswa Beradu Skill Mengkaji Kitab Kuning

DiengPOS – Kamis (16/3/2017), ratusan santri berpacu menaklukkan pertanyaan dewan juri. Sejumlah santri yang berasal dari 15 pondok pesantren ini tengah mengikuti musabaqoh kitab kuning (MKK) yang di selenggarakan oleh Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Kabupaten Wonosobo di gedung serbaguna Al-Manshur Wonosobo.

Ketua Panitia penyelenggara, Drs. Ridho mengatakan acara tersebut dalam rangka memperingati hari lahir Garda Bangsa yang ke 18. Garda bangsa, dikatakan Ridho jatuh pada tanggal 11 Maret.

Dalam MKK kali ini, kata Dia, diikuti oleh 109 peserta yang terdiri dari sejumlah mahasiswa dan utusan 15 pondok pesantren di Wonosobo. Menurutnya, jumlah tersebut terbilang sangat bagus. Mengingat, di Wonosobo kebanyakan pesantren masih terbilang kecil dan baru.

Lebih lanjut, Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Wonosobo, Okat Setiawan mengatakan bahwa MKK mempunyai banyak sekali tujuan. Selain tujuan mendasar seperti mengkaji dan menggali lebih dalam kitab warisan Ulama’ terdahulu, MKK juga mempunyai tujuan lain. Yaitu mengangkat eksistensi santri. Kenapa demikian, lanjut Pria bertubuh kekar ini menyebutkan santri dengan keikhlasanya dalam beramal, sampai-sampai mereka tidak mau menonjolkan perannya di permukaan.

” Santri itu,rame ing gawe, sepi ing pamrih (santri itu suka beramal, tidak mengharapkan imbalan),” Okat mengibaratkan.

Dan untuk diketahui, Dia menegaskan, bahwa diakui atau tidak, peran santri sangat besar dalam pembangunan Negara ini. Mulai dari resolusi jihad, perlawanan penjajah Belanda sampai pembuatan dasar Negara Pancasila, ada peran santri disana.
“Dan banyak lagi peran peran lain,” pungkasnya.

(Ar7)