Seleksi Perangkat Desa di Kecamatan Kepil Diduga Sarat Kejanggalan

Seleksi Perangkat Desa di Kecamatan Kepil Diduga Sarat Kejanggalan

Seleksi Perangkat Desa di Kecamatan Kepil Diduga Sarat Kejanggalan

Proses penjaringan perangkat desa se-Kecamatan Kepil tahun 2019 berpolemik, diduga seleksi perangkat desa baru tahun ini sarat kejanggalan.

Sejumlah calon perangkat desa se-Kecamatan Kepil melakulan konsultasi terkait penyelenggaraan seleksi tertulis perangkat desa kepada Camat pada Selasa sore (14/5).

Mereka mengadukan kejanggalan-kejanggalan yang terjadi pada seleksi tertulis calon perangkat desa yang dilaksanakan pada hari yang sama.

Sejumlah calon perangkat desa yang berasal dari beberapa desa tersebut mempertanyakan hasil ujian tertulis yang dianggap tidak masuk akal.

Kejanggalan tersebut diantaranya adanya desas-desus sebelum ujian bahwa di masing-masing desa sudah muncul nama-nama yang bakal terpilih, tidak adanya lembar jawaban pada ujian tertulis serta diketahui adanya kesamaan jawaban calon-calon yang terpilih di semua desa yang rata-rata menyikat habis soal nomor 71 s/d 100.

Winarso (45) salah satu calon perangkat desa Randusari menuturkan bahwa kejanggalan tersebut hampir terjadi di semua Desa di Kecamatan Kepil yang menyelenggarakan seleksi.

“Hampir semuanya yang terpilih, jawaban soal nomor 71 sampai 100 betul semua dan sama semua, padahal soalnya sulit sekali.” Ungkap Winarso.

Camat Kepil Miswari mengaku tak tahu-menahu terkait kejanggalan tersebut. Pihaknya yakin bahwa penyelenggaraan penjaringan calon perangkat desa tahun ini berlangsung fair dan transparan.

Setelah berkonsultasi ke kecamatan, rombongan calon perangkat desa yang protes lalu menuju Mapolsek Kepil untuk melaporkan dan meminta ijin melakukan audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk melaporkan hal tersebut.

“Bukan masalah siapa yang terpilih, bukan masalah saya jadi atau tidak, tapi kita cuma minta klarifikasi dari pak Camat.” Ungkap Aldhika Kurniandra, SH. calon perangkat desa Kagungan yang melamar formasi Sekdes.

Dirinya juga berharap pihak kecamatan selaku penanggung jawab bisa menjelaskan dugaan pelanggaran ini kepada masyarakat.

“Kita cuma minta kejelasan, jika memang ada kecurangan harus diungkap siapa yang terlibat dan ditindak sesuai mekanisme yang berlaku agar kedepan tidak terjadi lagi hal semacam ini, jika memang tidak curang harusnya diklarifikasi semua kejanggalan yang ada. Pungkasnya.