SMK di Wonosobo Wajib UNBK, Guru Swasta Keluhkan Persiapan Sarpras

SMK di Wonosobo Wajib UNBK, Guru Swasta Keluhkan Persiapan Sarpras

WONOSOBO – Pelaksanan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ditingkat SMA/SMK di Kabupaten Wonosobo telah diwajibkan di tahun pelajaran 2016/2017 ini. Sementara itu pelaksanaannya tinggal menghitung hari, sempitnya waktu persiapan inilah yang menuai keluhan terutama dari sekolah swasta.

Ibnu Hiban guru SMK AL Madani Kepil menuturkan, bagi sekolahan swasta harus menyiapkan berbagai sarana pendukung UNBK yang harganya begitu mahal. Belum lagi keterbatasan teknisi yang dimiliki oleh sekolahan swasta.

“Jadi yang setting semua ya guru yang bisa, belum punya teknisi khusus. Hal ini mengganggu tugas mengajar guru yang harusnya sudah fokus memberikan pengayaan siswa kelas XII,” tuturnya.

Selain itu, regulasi yang berubah-ubah tentang pelaksanaan UNBK membuat sekolah bingung. Regulasi terbaru menyatakan bahwa sekolah yag menyelenggarakan UNBK kemungkinan akan diinduki oleh SMP Negeri di sekitarnya yang belum mampu menyediakan sarana UNBK sendiri. Hal ini mengharuskan sekolah yang penyelenggara UNBK harus mempersiapkan jumlah unit komputer yang lebih banyak.

“Ironisnya malah jumlah siswa yang menginduk UNBK di sini kemungkinan lebih banyak dari jumlah siswa kelas akhir sekolah kami”. Keluhnya. (Ar)