Tangkal Radikalisasi, Ini Upaya Yang Dilakukan SMK Andalusia Kaliwiro

Tangkal Radikalisasi, Ini Upaya Yang Dilakukan SMK Andalusia Kaliwiro

DiengPOS.com Radikalisasi dan isu sara semakin gencar terutama melalui sosial media. Jika masyarakat tidak hati-hati dan jeli menyaring informasi, maka politik adu domba akan semakin merajalela. Sasaran empuknya adalah kaum pelajar dan pemuda.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan ialah memberikan pemahaman utuh kepada pelajar dan pemuda tentang pentingnya mencintai dan menjaga keutuhan NKRI. Upaya itulah yang sedang giat dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) SMK Andalusia 2 Kaliwiro Wonosobo dengan aktif berorganisasi.

Salah satu kegiatan pengkaderan yang sedang dilangsungkan saat ini ialah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta). Kegiatan tahunan yang berlangsung pada 23 September 2017 ini ditempatkan di gedung Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Kaliwiro.

Ketua Tanfidliyah MWC NU Kecamatan Kaliwiro, H. Faizun, SAg dalam sambutan pembukaan menyampaikan, praktek-praktek radikalisasi di Indonesia sejak dulu telah ada dan silih berganti. “Mereka sengaja menyebarkan virus kebencian dan membenturkan kekuatan masyarakat untuk memecah belah NKRI”, papar Faizun yang juga menjabat Kepala SMK Andalusia 2 Kaliwiro dihadapan 80 peserta Makesta.

Faizun melanjutkan, satu-satunya ormas yang memiliki komitmen menjadi benteng tegaknya NKRI adalah NU. “Selama NU ada, atas ijin Allah, keutuhan bangsa ini akan tetap terjaga,” tandasnya.

Melalui keaktifan berorganisasi, kader IPNU-IPPNU nantinya dilatih lebih siap melanjutkan perjuangan pendiri bangsa dengan tekad dan semangat dalam belajar, berjuang dan bertaqwa. “Anak-anakku sekalian adalah buah-buah NU yang manis. Kalian harus terus belajar ngaji dan sekolah serta aktif berorganisasi, sehingga bangsa besar ini tidak terombang-ambing dan terpecah belah,” pintanya.

Faizun menambahkan, NU ibarat pohon lebat dengan buah manis yang terus bertambah. Selain tanah air yang gemah ripah loh jinawi, NU besar itu karena terus dipupuk. “Namanya pupuk itu tidak ada yang enak. Alhamdulillah kita jadi pohon, bukan jadi pupuknya,” imbuhnya.

Pupuk yang dimaksud tak lain adalah mereka yang bertujuan menumbangkan NU dengan fitnah dan adu domba. “Jangan sampai kita terlena dengan ujaran-ujaran kebencian yang kerap diposting dan dishare melalui media sosial. Manfaatkan Medsos untuk berbagi ilmu, memosting informasi-informasi positif dan memperbanyak persaudaraan. Dengan demikan, NU dan Indonesia akan semakin kuat tak terobohkan,” pungkas Faizun.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo yang membidangi pendidikan itu berharap sekolah-sekolah di Wonosobo supaya pro aktif menangkal isu-isu radikal. “Berikan anak-anak kita ruang berorganisasi di dalam sekolah agar tumbuh kebersamaan, persaudaraan dan persatuan yang kuat,” katanya usai pembukaan Makesta.

(Ar7)