Tangkal Radikalisme, Penyuluh Agama Dibekali Wawasan Kebangsaan

Tangkal Radikalisme, Penyuluh Agama Dibekali Wawasan Kebangsaan

Diengpos.com Dalam rangka menjaga tetap berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) banyak hal yang bisa dilakukan salah satunya dengan melakuka sarasehan atau diskusi.  Seperti yang dilakukan oleh Kodim 0707/Wonosobo bekerja sama dengan Binmas Polres Wonosobo menyelenggarakan Forum Grup Diskusi (FGD) dengan peserta penyuluh se Kabupaten Wonosobo di RM Resto Ongklok, Selasa (8/8/2017).

Sebagai narasumber Dandim 0707/Wonosobo Letkol Czi Dwi Hariyono Penyuluh Agama Islam Kemenag Wonosobo H. Wajihudin, Alh., M.Pd.I, dan sekretaris FKUB Wonosobo Drs. M. Khusnan MPd.I,. Hadir pula Wakapolres Wonosobo Umi Mariati, SIK membuka FGD tersebut.

Dalam hal pencegahan radikalisme dan terorisme, penyuluh agama merupakan  mitra yang strategis. Mengingat para pelaku sering memanfaatkan isu-isu agama sebagai propagandanya.

“Penyuluh agama dipandang sebagai mitra strategis   mengingat kelompok radikal terorisme kerapkali menggunakan narasi keagamaan sebagai justifikasi paham dan aksi kekerasan mereka,” ungkap Umi dalam sambutan pembukaanya.

Dalam kutipan materi yang disampaikan Dandim 0707/Wonosobo, Letkol Czi Dwi Hariyono mengatakan bahwa saat ini Indonesia ibarat gadis yang cantik jelita sehingga banyak negara yang ingin menguasai atau menjajahnya. Untuk menjajah saat ini tidaklah mungkin. Maka, lanjut Dwi jalan yang ditempuh adalah dengan cara merusak stabilitas negara, seperti merusak moral, adu domba, membuat kelompok–kelompok radikalisme. Dia juga menyebut jika itu semua sudah ada yang membuat skenario dari luar dengan memanfaatkan kondisi bangsa yang belum begitu mapan.

Menurutnya, solusi yang ditawarkan dalam mencegah timbulnya radikalisme adalah pertama, membangun dan menghidupkan terus komitmen, kesadaran dan kehendak untuk bersatu, kedua, menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara dengan selalu mengedepankan kompromi dan toleransi. ketiga, senantiasa menumbuh kembangkan sikap-sikap kepemimpinan persuasif dalam setiap penyelesaian permasalahan yang terjadi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dari sisi Agama, H. Wajihudin menyampaikan bahwa penyebab munculnya radikalisme ada bebera faktor, antara lain Ekonomi masyarakat yang tidak merata. Selain itu ditunjang dengan pemahaman agama yang rendah seperti: taghyirul munkar, jihad fi sabilillah, fiqhud-daulat hingga permasalahan Sosial Politik.

Radikalisme dikatakan Wajihudin membawa kerugian atau kerusakan seperti Merendahkan martabat agama, Meracuni pola pikir generasi muda, Merusak persatuan dan kesatuan bangsa, Menghilangkan rasa kasih sayang, Merugikan ekonomi, Meresahkan ummat. Yang pasti pasti akan menimbulkan banyak kerusakan.

(Ar7)