Terus Menerus Hujan, Harga Cabai Merah Melonjak

Terus Menerus Hujan, Harga Cabai Merah Melonjak

Wonosobo, Melambungnya cabai rawit merah disebabkan karena intensitas hujan terlalu tinggi. Alhasil, panenan tidak maksimal.

Keterangan Wahumi Hanif, Petani asal Wonoroto, Desa Mergowati, Watumalang, akibat cuaca buruk akhir-akhir ini membuat tanaman cabai merah mudah terserang berbagai penyakit. Diantaranya, busuk daun dan busuk buah (lumut).

“Masa panen berkurang, hasilnya juga tak seberapa,” Katanya, Jum’at (09/12/2016).

Harga cabai merah dari petani saat ini, berkisar antara 45-47 ribu Rupiah. Panena-an jika saat bagus, satu pohon biasanya menghasilkan cabai petik 7-9 on per-batang. Sementara sekarang hanya 2-3 ons.

Sama, dengan masa panen yang cenderung singkat. Saat sedang bagus, tanaman cabai merah di Watumalang, bisa dipanen 8-9 kali dengan interval petik 10 hari. Sedangkan hari ini, terhitung mulai panen pertama, paling lama hanya bisa dipanen 5 kali dengan interval 10 hari.

“Kira-kira segitu perbandingannya. Mahalnya harga rawit merah memang sudah dari petaninya,”jelasnya.

Petani lain Desa Mergowati, Wiwit Hernanto (40), sementara cabai terus melambung. Harga singkong justru anjlok. Padahal, rerata petani setempat juga menanam singkong. “Saking tidak ada harganya, petani malas memanen. Biasanya dibiarkan tua sekali di lahan,”

Harapan dia, harga hasil pertanian bisa segera stabil. Tidak seperti sekarang ini, harga pertanian yang fluktuatif. Membuat nasib petani makin tak tentu.

“Nggak butuh butuh harga jual yang tinghi banget. Yang sebenarnya kami inginkan itu, nggak naik turun, ada kepastian harga,” Ujar Hernanto. (Ro*)